© Nikolai Sorokin - Fotolia | Ruins of temple in Corinth, Greece

Buku frase

Berbicara dengan sukses dapat dipelajari!

© Nikolai Sorokin - Fotolia | Ruins of temple in Corinth, Greece
ar AR de DE em EM en EN es ES fr FR it IT ja JA pt PT px PX zh ZH af AF be BE bg BG bn BN bs BS ca CA cs CS el EL eo EO et ET fa FA fi FI he HE hr HR hu HU id ID ka KA kk KK kn KN ko KO lt LT lv LV mr MR nl NL nn NN pa PA pl PL ro RO ru RU sk SK sq SQ sr SR sv SV tr TR uk UK vi VI

Berbicara dengan sukses dapat dipelajari!

Berbicara itu relatif mudah. Sebaliknya, berbicara dengan sukses itu jauh lebih sulit. Artinya, cara kita mengatakan sesuatu itu lebih penting dari apa yang kita katakan. Berbagai penelitian telah menunjukkan hal ini. Pendengar secara tak sadar memperhatikan karakteristik tertentu dari pembicara. Oleh karena itu, kita dapat mempengaruhi diterima atau tidaknya perkataan kita dengan baik. Kita hanya harus selalu memperhatikan cara kita berbicara. Hal ini juga berlaku untuk bahasa tubuh kita. Dan harus otentik dan cocok dengan kepribadian kita. Suara juga memainkan peran, karena selalu dinilai juga. Untuk laki-laki, misalnya, suara yang lebih dalam lebih menguntungkan. Suara tersebut membuat pembicara tampak percaya diri dan kompeten. Di sisi lain, variasi suara tidak berpengaruh. Aspek lain yang juga sangat penting adalah kecepatan bicara. Keberhasilan percakapan telah diamati dalam percobaan. Berbicara dengan sukses berarti mampu membujuk atau meyakinkan orang lain. Mereka yang ingin meyakinkan orang lain harus jangan berbicara terlalu cepat. Kalau tidak, akan memberikan kesan bahwa mereka tidak tulus. Tapi berbicara terlalu lambat juga tidak baik. Orang-orang yang berbicara sangat lambat tampak tidak cerdas. Oleh karena itu, yang terbaik adalah berbicara dengan kecepatan rata-rata. 3,5 kata per detik sangat ideal. Jeda juga penting dalam berbicara. Jeda membuat kata-kata kita lebih alami dan dipercaya. Akibatnya, pendengar mempercayai kita. Idealnya, 4 atau 5 jeda per menit. Jadi cobalah kontrol bicara Anda lebih baik! Lalu biarkan wawancara yang berikutnya menghampiri ...